oleh

Rakontek Kesmas Jatim 2026 Perkuat Sinergi untuk Tekan AKI, AKB, dan Stunting

Jatim.Sin.co.id- Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Jawa Timur 2026 di Kota Batu, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas program dan lintas sektor untuk menyelaraskan strategi pembangunan kesehatan, khususnya dalam percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting di Jawa Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, mengatakan upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari capaian angka statistik, tetapi juga dari kemampuan menyelamatkan nyawa masyarakat.

“Upaya menurunkan angka kematian ibu bukan sekadar soal angka, tetapi merupakan ikhtiar untuk menjaga keberlangsungan hidup dan kualitas masyarakat.” ujar Erwin.

Baca Juga  Komitmen BNNK dengan Pemko Pekanbaru Bentuk Kota Tanggap Ancaman Narkoba

Ia menambahkan, setiap nyawa yang berhasil diselamatkan memiliki nilai yang sangat besar bagi keluarga maupun masyarakat. Karena itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar berbagai program kesehatan dapat berjalan optimal hingga tingkat daerah.

“Setiap nyawa yang berhasil kita selamatkan memiliki nilai yang sangat besar dan menjadi manfaat yang luar biasa bagi keluarga maupun masyarakat.” tambahnya.

Dalam forum tersebut dibahas sejumlah agenda strategis, antara lain evaluasi program prioritas bidang kesehatan masyarakat, strategi percepatan penurunan AKI, AKB, dan stunting, penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP), akselerasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta penyusunan tindak lanjut program kesehatan daerah.

Baca Juga  Sosialisasi Revitalisasi Jembatan Cinta di Pulau Tidung

Berdasarkan data yang dipaparkan, Jawa Timur menunjukkan capaian positif di bidang kesehatan masyarakat. Angka kematian ibu turun menjadi 68,7 per 100.000 kelahiran hidup, angka kematian bayi turun menjadi 6,37 per 1.000 kelahiran hidup, serta prevalensi stunting yang terus menunjukkan tren penurunan. Capaian tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan generasi Jawa Timur yang lebih sehat dan berkualitas.

Pada kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur juga memberikan penghargaan kepada sejumlah kabupaten/kota atas keberhasilan menurunkan kematian ibu dan bayi. Penghargaan kategori Zero Kematian Ibu Tahun 2025 diberikan kepada Dinas Kesehatan Kota Madiun dan Dinas Kesehatan Kota Blitar.

Sementara itu, penghargaan kategori Penurunan Jumlah Kematian Ibu dan Bayi Tahun 2025 diberikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Banyuwangi, Blitar, Jombang, Tuban, Bojonegoro, Madiun, Ponorogo, Pasuruan, Magetan, Lumajang, serta Dinas Kesehatan Kota Malang dan Kota Blitar.

Baca Juga  Dinsos DKI Jakarta Siagakan 439 Personel P3S Selama Ramadan

Adapun penghargaan kategori Zero Kematian Ibu Tahun 2026 Semester I diberikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto.

Rakontek Kesmas Jawa Timur 2026 dihadiri Kepala Dinas Kesehatan dan perwakilan Kantor Kementerian Agama dari 38 kabupaten/kota, pengelola program Kesmas, Integrasi Layanan Primer (ILP), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.(byu/hjr)

News Feed