oleh

Penyandang Thalasemia Jadi Sasaran Program Vaksinasi Covid-19

BANYUMAS – Sasaran program vaksinasi Covid-19 terus diperluas, khususnya kepada kelompok rentan. Salah satunya, warga penderita thalasemia.

Kepala Instalasi Thalasemia RSUD Banyumas, Muhammad Basalamah, mengatakan, penyandang thalasemia dipandang rentan terhadap penularan covid-19, khususnya penderita berstatus pelajar. Kegiatan vaksinasi tersebut merupakan hasil dari koordinasi RSUD Banyumas dengan Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo Jakarta, dan Rumah Sakit Umum Pusat dr Sarjito Yogyakarta.

Menurutnya, pemberian vaksinasi disesuaikan dengan kondisi calon penerima. Pembedaan pemberian jenis vaksin ini didasari pada efek samping Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI) yang sering terjadi pada vaksin Covid-19 merek Moderna.

Baca Juga  Wagub Jabar Ajak SMSI Sukseskan Pembangunan Di Jawa Barat

“Untuk usia diatas 12 tahun (diberikan) vaksin Sinovac. (Penderita) yang berusia diatas 18 tahun dan belum diangkat limpanya diberikan vaksin Moderna, tapi yang sudah diangkat limpanya diberi vaksin Sinovac” jelasnya, di Ruang Thalasemia RSUD Banyumas, Senin (23/8/2021).

Dalam penjelasan lanjutan terkait efek lanjutan paska vaksin, dokter Bas, sapaannya, mengimbau para penerima vaksin untuk segera menghubungi dokter pendamping atau langsung ke IGD RSUD Banyumas apabila mengalami KIPI.

Baca Juga  Staf Ahli MPR RI Datangi Sekretariat SMSI dan Bahas Perkembangan Jurnalistik Digital Siber di Indonesia

Ketua Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI) Kabupaten Banyumas, Erna Husein, menyebutkan, pemberian vaksin Covid-19 kepada para penyandang thalasemia di Kabupaten Banyumas baru kali pertama dilaksanakan.

“Untuk thalasemia, vaksin yang pertama ini di Kabupaten Banyumas. (Kegiatan ini) mungkin yang pertama, bahkan di Jawa Tengah untuk thalasemia” katanya.

Erna berharap, rumah sakit khusus thalasemia yang ada di RSUD Banyumas dapat segera dibangun.

Baca Juga  Guru Honorer di Atas 35 Tahun Bisa Jadi PNS

“Rumah sakit thalasemia harus nyaman, terutama untuk anak-anak kita yang benar-benar masih bayi, masih balita, mereka harus melakukan tranfusi setiap bulan bahkan ada yang setengah bulan sekali, tiga minggu sekali, betul-betul mereka membutuhkan darah dan mungkin seumur hidup,” lanjutnya. (*/cr1)

Sumber: aceh.siberindo.co

News Feed