oleh

Akurasi dan Literasi Jadi Fondasi Kepercayaan Publik di Jatim

JATIM.SIN.CO.ID –  Akurasi dan literasi dalam kerja jurnalistik dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus digitalisasi informasi. Pesan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim), Imam Hidayat, pada Tasyakuran HUT ke-2 Suara Merdeka Surabaya dan HUT ke-1 Suara Merdeka Jatim di Surabaya, Selasa (11/8/2026).

Imam Hidayat menegaskan, bahwa tema “Inspirasi, Akurasi, Literasi” sangat relevan dengan tantangan media saat ini. Data APJII 2026 menunjukkan penetrasi internet di Jawa Timur mencapai 83,41 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 81,72 persen. Kondisi ini menandakan masyarakat Jatim semakin adaptif, melek digital, dan memiliki kebutuhan informasi yang tinggi. Namun, tingginya arus informasi juga diikuti tantangan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap media. Berdasarkan data yang dikutip dalam sambutan Gubernur, tingkat kepercayaan publik terhadap media di Indonesia sempat berada di angka 39 persen pada 2023, turun menjadi 35 persen pada 2024, sebelum meningkat menjadi 36 persen pada 2025.

Baca Juga  Di Hadapan Prajurit Beruang Hitam, Kasad Tekankan Prajurit Harus Menjadi Solusi dan Dicintai Rakyat

Sementara itu, survei Litbang Kompas April 2026 mencatat 44 persen responden masih menyatakan percaya kepada media arus utama dalam mengikuti perkembangan peristiwa di tingkat daerah maupun nasional. Kondisi tersebut menunjukkan media arus utama masih memiliki posisi strategis sebagai rujukan masyarakat untuk memperoleh klarifikasi dan validasi informasi. Karena itu, kepercayaan publik harus terus dijaga melalui kerja jurnalistik yang berkualitas.

“Kepercayaan publik tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang otomatis didapatkan, melainkan harus terus dijaga dan diperjuangkan melalui kerja jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Baca Juga  Kominfo Jatim dan Kemenko Polkam Bahas Kemerdekaan Pers dan Jangkauan Internet di Jatim

Pemprov Jatim juga mengapresiasi komitmen Suara Merdeka Network yang konsisten menghadirkan jurnalisme yang mengedepankan akurasi di tengah tuntutan kecepatan informasi serta literasi di tengah derasnya disinformasi. Seluruh insan pers di Jawa Timur diajak untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah. Media dinilai memiliki peran strategis dalam menyampaikan program pembangunan kepada masyarakat secara jujur dan berimbang, sekaligus menjadi kontrol sosial yang konstruktif bagi jalannya pemerintahan.

“Kami membutuhkan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan program-program pembangunan kepada masyarakat secara jujur dan berimbang, sekaligus sebagai kontrol sosial yang konstruktif bagi jalannya pemerintahan,” ujarnya.

Imam Hidayat berharap kolaborasi yang sehat antara pemerintah, media, dunia usaha, dan akademisi menjadi fondasi bagi Jawa Timur yang maju, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Berkontribusi Atas Pembangunan Pers, Pj Gubernur Banten Al Muktabar Raih Anugerah Sahabat Pers SMSI

Ketua Panitia HUT Suara Merdeka Jatim, Andika Ismawan menegaskan komitmen menjaga kredibilitas dan objektivitas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya perjalanan media massa terus mengalami transformasi, dari media cetak hingga berkembang menjadi media siber di era digital. “Sebagai media yang termasuk sebagai pilar demokrasi keempat, kami harus menjaga kredibilitas dan objektivitas terhadap informasi yang kami sampaikan,” ujarnya.

Peringatan tersebut mengangkat tema “Inspirasi, Akurasi, dan Literasi”. Tema tersebut dipilih sebagai pengingat bahwa karya jurnalistik tidak hanya harus memberikan informasi, tetapi juga menghadirkan inspirasi positif dan ikut membangun masyarakat. “Di setiap karya-karya kita tidak mungkin terlepas dari inspirasi, terutama inspirasi-inspirasi informasi yang positif yang sekaligus membangun negeri ini,” pungkasnya.

News Feed