oleh

Resepsi Lantatur Jadi Solusi Saat Pandemi Covid-19

BATANG – Layanan tanpa turun (lantatur) alias drive thru menjadi salah satu cara pemesanan makanan yang jamak digunakan oleh restoran cepat saji. Selain efisien, lantatur juga bisa mencegah penularan Covid-19.

Lantatur bahkan bisa menjadi alternatif penerapan protokol kesehatan pada berbagai acara, termasuk resepsi pernikahan. Seperti yang diterapkan oleh warga Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, Gunadi Fitrianto saat menggelar resepsi khitanan anaknya, Selasa (3/8/2021).

Bupati Batang, Wihaji, menjelaskan, resepsi dengan konsep lantatur bisa menjadi solusi bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Resepsi drive thru ini merupakan solusi yang saya harapkan dengan merujuk Surat Keputusan Bupati. Silahkan menggelar hajatan, tapi harus memenuhi syarat protokol kesehatan,” ujar bupati.

Dijelaskannya, konsep resepsi lantatur ini mensyaratkan para tamu untuk menggunakan kendaraan saat datang ke lokasi acara.

Baca Juga  Negara ASEAN Sepakat Mendorong Kerja Sama Iptekin untuk Kolaborasi Penanganan COVID-19

“Untuk yang menggelar resepsi sendiri harus menyiapkan lokasi di halaman rumahnya, dengan urutan di antaranya tamu ada yang mengarahkan ke tempat cuci tangan terlebih dahulu. Selanjutnya, (tamu) mengisi buku hadir, menyediakan tempat sumbangan, kemudian tamu diarahkan yang punya hajat, dan terakhir diberikan bungkusan. Jadi tamu tidak makan di tempat,” jelasnya.

Cara ini, lanjut Wihaji, tidak mengurangi kebahagiaan penyelenggara acara dan tidak mengurangi rasa penghormatan dari tamu yang diundang.

“Kalau akad nikah silahkan, tetapi harus dibatasi maksimal 30 orang saja, dan resepsi yang biasa tetap tidak dibolehkan,” ujar dia.

Paskibraka Divaksinasi

Sementara itu, sebanyak 72 orang calon pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Kabupaten Batang, menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama, di di Balai Desa Cepokokuning, Kabupaten Batang, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga  Kudapan Sehat Penyintas Kanker Saat Pandemi COVID-19

Calon angota Paskibraka Kabupaten Batang, Amas Akbar Gahari, mengatakan, pada masa pandemi Covid-19, perlindungan ekstra saat beraktivitas sangat dibutuhkan, terutama menjelang pengibaran peringatan HUT ke-76 Republik Indonesia. Tak hanya vaksinasi, seluruh calon anggota paskibraka wajib menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), demi menjaga imunitas dan stamina tubuhnya.

“Kami selalu minum vitamin dan makan buah-buahan serta mengonsumsi makanan bergizi, agar daya tahan tubuh tetap prima. Selain itu kami selalu memakai masker biar tidak terpapar virus Corona,” bebernya.

Koordinator Lapangan Paskibraka, Rheza Gilang Irawan mengutarakan, pola pelatihan calon paskibraka tahun ini jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, karena terkendala pandemi. Harapannya, metode yang diterapkan sekarang bisa mengurangi potensi risiko penularan Covid-19, dan mencegah munculnya klaster paskibraka.

Baca Juga  Lestarikan Budaya dengan Ngaguar Budaya Karuhun Garut

“Dari awal seleksi saja kami sudah menerapkan sistem online, terus saat latihan juga memakai protokol kesehatan. Sebelum divaksin adik-adik calon Paskibraka sudah menjalani swab, untuk memastikan kesiapan kondisi fisik,” terangnya.

Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang, Siswanto, menuturkan, jumlah awal calon Paskibraka Kabupaten Batang sebanyak 74 orang pelajar SMA, namun berdasar hasil tes usap di PSC 119, satu orang siswa terkonfirmasi positif Covid-19 dan harus menjalani isolasi di Wisma Atlet Sarengat, Kabupaten Batang. (*/cr1)

Sumber: aceh.siberindo.co

News Feed