oleh

Kanwil Kemenag Jatim Gelar Rakor Revitalisasi Madrasah demi Matangkan PHTC 2026

JATIM.SIN.CO.ID  – Program revitalisasi madrasah menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, aman, dan mendukung proses pembelajaran. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Sugiyo dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Revitalisasi Madrasah pada 20–21 Oktober 2026 di Surabaya.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi seluruh pihak agar pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat Madrasah Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi madrasah,” ujarnya.

Baca Juga  PUB dan Pemkot Tangsel Inisiasi Gelaran Gebyar Seni Budaya Banten

Melalui rapat koordinasi yang dihadiri kepala seksi pendidikan madrasah Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Jawa Timur, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah Tahun Anggaran 2026. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting untuk memastikan revitalisasi berjalan secara efektif, transparan, dan akuntabel, sehingga sarana dan prasarana yang dibangun dapat menunjang terciptanya lingkungan belajar yang nyaman dan berkualitas. Rapat koordinasi yang diselenggarakan Kanwil Kemenag Jatim melalui Bidang Pendidikan Madrasah ini diikuti oleh

Baca Juga  Guru Di NTT Ikuti Pelatihan Demokrasi

Dalam kegiatan tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (PPS) Jawa Timur turut hadir sebagai narasumber utama memaparkan aspek teknis pelaksanaan revitalisasi bangunan. Materi yang disampaikan meliputi perencanaan konstruksi, pengawasan mutu pekerjaan, pengelolaan risiko, serta tata kelola pembangunan sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku.

PPKK Satkerr PPS Jawa Timur juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang, penggunaan anggaran yang akuntabel, dan pengawasan secara berkelanjutan untuk menjamin kualitas hasil pembangunan. Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pelaksanaan program, mulai dari perencanaan dan konstruksi hingga monitoring, pelaporan, serta pertanggungjawaban kegiatan.

Baca Juga  Muzani: Kita Harus Siapkan Insan PII untuk Jadi Pemimpin Masa Depan

Pembahasan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan kendala dan tantangan yang dihadapi di lapangan sekaligus bertukar pandangan mengenai pelaksanaan program. Berbagai masukan yang muncul diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan pelaksanaan revitalisasi madrasah di seluruh wilayah Jawa Timur.

 

News Feed