oleh

Dinas Kominfo Jatim Gelar FGD untuk Pemetaan Media dan Penguatan Kelembagaan KIM

JATIM.SIN.CO.ID – Dalam rangka penguatan koordinasi serta tindak lanjut pemetaan media dan kelembagaan Komunitas Kelompok Masyarakat (KIM) se-Jawa Timur, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Koordinasi Tindak Lanjut Pemetaan Media dan Kelembagaan KIM se-Jawa Timur, Rabu (22/7/2026).

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo Jatim. Putut Darmawan dalam sambutannya mewakili Kadis Kominfo Jatim menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, untuk terus memperkuat tata kelola komunikasi publik yang efektif, kolaboratif, dan berbasis data, dengan KIM sebagai salah satu jejaring strategis penyebarluasan informasi pembangunan di tingkat akar rumput.

Baca Juga  SMSI Aceh Berkinerja Baik, Pj Bupati Aceh Utara Dapat Award dari SMSI Aceh

Putut juga mengatakan forum koordinasi pada hari ini menjadi ruang strategis bagi untuk menyamakan persepsi mengenai mekanisme pendataan dan validasi, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta merumuskan langkah pembinaan yang lebih terarah, sehingga KIM di seluruh Jawa Timur dapat tumbuh setara dan berperan optimal sebagai mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi pembangunan, memperkuat literasi digital masyarakat, sekaligus menangkal penyebaran hoaks dan disinformasi.

Eko Setiawan, Ketua Tim Kerja Kemitraan Komunikasi Lembaga Dinas Kominfo Jatim, sebagai narasumber mengatakan KIM adalah wadah partisipasi masyarakat dalam pengelolaan informasi dan komunikasi di tingkat desa/kelurahan. Rekap aktivitas publikasi berita KIM se- Jawa Timur selama semester I 2026 menunjukkan pola sebaran belum merata antar kabupaten/kota, sehingga diperlukan forum koordinasi untuk menindaklanjuti temuan tersebut secara bersama.

Baca Juga  Muzani Serahkan Rp 500 juta Hasil Lelang Sapi ke Baznas untuk Korban Bencana Sumbar

Eko menyampaikan bahwa ada sepuluh Kabupaten/Kota yang secara aktif mempublikasikan informasi. Urutan pertama adalah Kabupetan Lumajang dengan 7210 berita, Malang 767 berita, dan Jember 504 berita, selanjutnya adalah Ponorogo, Kota Batu, Kab/Kota Pasuruan, Sumenep, Kota Kediri dan Kota Probolinggo. “Kontribusi Kab. Lumajang konsisten 66,9 persen–76,9 persen setiap bulan (rata-rata 72,0 persen) ,bukan lonjakan sesaat, melainkan pola structural sepanjang semester,”katanya.

Sedangkan 16 Kabupaten/Kota tanpa aktivitas publikasi, yakni Bangkalan, Banyuwangi, Kab Blitar, Bojonegoro, Megatan, Sampang. Selanjutnya Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Probolinggo, Tulungagung, Situbondo, Sidoarjo dan Lamongan, serta Pacitan , Jombang, Kab Madiun.

Baca Juga  Sudin Bina Marga Jaktim 1.950 Unit Lampu LED Smart System Berkekuatan 40 Watt

Eko menyampaikan rencana tindaklanjutnya, antara lain adalah melakukan sosialisasi dan revitalisasi KIM di 16 kab/kota tanpa aktivitas publikasi, melakukan kajian lapangan faktor pendorong produktivitas KIM Kab. Lumajang. Melakukan program KIM binaan, yakni pendampingan dari KIM produktif (Lumajang, Malang) ke kab/kota kurang aktif dan peningkatan kapasitas SDM pengurus KIM melalui pelatihan jurnalistik & konten digital. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika se Jawa Timur serta pengurus dan penggerak KIM se-Jawa Timur secara daring.

News Feed