JATIM.SIN.CO.ID – DPW LDII Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menggelar Gerakan Serentak Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Gedung DPD LDII Kabupaten Gresik, Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 38 DPD kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan menggandeng Dinkes setempat.
Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch Amrodji Konawi, mengatakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi bentuk kolaborasi DPW LDII Jawa Timur dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dalam mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan.
“Kolaborasi tersebut menjadi bentuk pembagian peran antara ulama dan tenaga kesehatan dalam mengajak masyarakat menjalani hidup sehat,” ujar Amrodji.
Amrodji menjelaskan, konsep tersebut sejalan dengan dalil yang mengajarkan manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik. Menurutnya, aspek halal menjadi ranah ulama, sedangkan aspek baik yang berkaitan dengan kesehatan menjadi bidang yang dipahami tenaga medis.
“Kalau mengutip dalil, wahai manusia makanlah dengan yang halal dan baik. Halal itu ranahnya ulama, sedangkan baik itu ranahnya medis atau tenaga kesehatan yang mengetahui ilmunya. Maka kolaborasi ini sudah sangat tepat sekali,” kata Amrodji.
Ia berharap kegiatan CKG yang digelar bersama tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan pemeriksaan kesehatan saja. DPW LDII Jatim, kata dia, juga telah menyampaikan kepada DPD LDII kabupaten/kota se-Jawa Timur agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut.
Amrodji berharap setelah kegiatan CKG, masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. Salah satunya dengan mendorong warga untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatannya di fasilitas kesehatan terdekat.
“Setelah ini diharapkan bisa berkelanjutan dengan memberikan pelayanan yang lebih intens dari Dinkes, sehingga masyarakat bisa terus memeriksa kesehatannya secara berkala ke puskesmas terdekat,” ujarnya.
Menurut Amrodji, keterlibatan LDII dalam pelaksanaan CKG secara serentak juga didasari adanya kepentingan yang sejalan dengan program pemerintah. Salah satunya mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Jawa Timur.
“LDII punya kepentingan yang dikolaborasikan dengan kepentingan Dinkes. Ini termasuk program unggulan yang ditargetkan oleh Gubernur Jawa Timur, yaitu menyehatkan warga Jatim,” katanya.
Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam di Jawa Timur, LDII, lanjut Amrodji, berkewajiban mendukung program-program pemerintah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sebagai salah satu ormas Islam di Jatim, kami berkewajiban untuk mendukung apa yang sudah diprogramkan oleh Gubernur. Ini juga sebagai bentuk LDII mendukung dengan baik program-program pemerintah,” tuturnya.
Ia menambahkan, upaya menjaga kesehatan juga menjadi kepentingan LDII. Sebab, kondisi tubuh yang sehat akan mendukung masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas, termasuk beribadah dan bekerja.
“Kami berharap warga LDII juga bisa sehat semuanya. Karena dengan badan sehat, kita bisa mengerjakan segalanya, ibadah lancar, kerja juga lancar,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Provinsi Jawa Timur Prof. Erwin Astha Triyono mengatakan program CKG merupakan salah satu bentuk kebijakan untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Upaya tersebut sejalan dengan prinsip kesehatan bahwa mencegah penyakit jauh lebih baik dan bermanfaat daripada mengobatinya.
Meski demikian, ia menegaskan masyarakat yang sudah mengalami sakit tetap akan mendapatkan penanganan secara maksimal. “Kita semua jauh lebih nyaman kalau lebih banyak yang sehat,” katanya.
Dinkes Jatim mulai mengubah strategi pelaksanaan CKG dari yang sebelumnya lebih banyak berbasis fasilitas kesehatan menjadi berbasis komunitas. Dengan pola tersebut, layanan kesehatan diharapkan bisa lebih dekat dengan masyarakat.
Ia mengajak berbagai komunitas yang memiliki kegiatan dengan banyak peserta untuk berkoordinasi dengan tim kesehatan agar layanan CKG dapat dihadirkan dalam kegiatan tersebut.
“Kalau Bapak Ibu punya kegiatan mengumpulkan orang dan ingin mendapatkan manfaat tambahan, hubungi tim kami supaya CKG bisa hadir,” ujarnya.
Ia berharap upaya pencegahan melalui CKG dan edukasi kesehatan dapat terus diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan.

